Pekerjaan kok gak habis-habis. Mungkin itulah yang dirasakan seluruh operator sekolah di Indonesia. Satu kerjaan selesai, ada lagi kerjaan baru. Kadang malah satu kerjaan belum selesai, sudah antri pekerjaan lain. Begitu banyak ya tugas operator? Nah, artikel ini akan membahas jenis-jenis pekerjaan apa yang wajib dikerjakan operator tiap tahunnya.
Sejatinya status operator itu adalah tenaga kependidikan, bukan guru. Karena tugasnya memang mengelola data sekolah, bukan mengajar. Kalau di sekolah menengah masih enak, status tendik masih diperhitungkan. Jadi bisa mengangkat tenaga khusus operator untuk mengurusi pendataan. Lha kalau di SD? Seperti saya ini, tugas merangkap mau tak mau harus dijalani.
Di SD itu, yang diakui cuma kepala sekolah, guru kelas, guru agama, dan guru olahraga. Itu saja. Mungkin anda bertanya, kan ada pelajaran Bahasa Inggris, seni budaya, sama TIK? Ya benar. Tapi yang mengajar pasti guru kelasnya. Kalau pun ada guru mapel tersebut pasti statusnya guru honorer, dibayar mandiri sekolahnya, bukan pemerintah.
Bagaimana dengan status operator?
Boro-boro diakui, lha wong guru-guru di atas aja nggak. Dengar-dengar saat ini sudah ada pemerintah daerah yang menerbitkan SK Operator, tapi kurang tahu juga. Kalaupun ada, ya belum merata.
Masih banyak daerah yang belum mau mengeluarkan SK itu untuk dasar pemberian intensif atau tunjangan atau apalah. Hanya memberi pekerjaan, lalu saat ngomongin honor tidak berani menetapkan standar, diserahkan pada lembaga masing-masing. Beruntung kalau lembaganya memberi perhatian lebih, yang banyak ya ala kadarnya, dan yang lebih menyakitkan hanya diberi ucapan terima kasih.
Padahal semua itu bertolak belakang dengan pekerjaan operator yang maha penting. Saya berani menyebut begitu karena data yang inputkan operator menjadi dasar/acuan bagi kebijakan-kebijakan pendidikan. Pernah dengar ada sekolah yang dana BOS nya tidak cair selama 1 triwulan? Itu karena operator terlambat sinkron dapodik. Pernah dengar juga guru yang terlambat cair tunjangan sertifikasinya? Itu kelalaian operator juga. Bagaimana kalau operator dengan imbalan tak seberapa itu melalaikan tugas-tugas lainnya?
Dibalik keterbatas yang ada, salut untuk seluruh rekan operator tanah air yang terus menjaga semangatnya. Di forum-forum operator di dunia maya, selalu ramai setiap musim pekerjaan itu datang. Saling bertanya dan menjawab. Saling membantu sesama operator agar masalah yang dialami segera ditemukan solusinya.
Baiklah, tak perlu berlama-lama. Inilah 10 pekerjaan wajib operator tiap tahun. (Catatan: misalkan tahu ada yang terlewat, tambahkan di kolom komentar ya. . .).
1. Data Pokok Pendidikan (Dapodik)
Dapodik adalah pekerjaan utama operator sekolah. Dapodik sekarang menjadi satu-satunya sumber informasi yang digunakan pemerintah untuk melihat kondisi sekolah tanah air. Data dapodik juga sudah tersambung ke instansi pemerintah lain, seperti Dinas Kependudukan, KPK, dan BPK.
Dapodik terus mengalami perkembangan. Yang terakhir adalah versi 2018. Sinkronisasi data biasanya 2 kali dalam setahun (kecuali ada perubahan data sewaktu-waktu). Yang cukup berat adalah tahun pelajaran baru dimana harus input data siswa satu persatu. Untuk jenjang SD ke atas, tidak perlu input data sebab bisa dilakukan melalui fitur Tarik Peserta Didik.
2. Pemetaan Mutu Pendidikan (PMP)
Pekerjaan penting selanjutnya adalah mengisi kuesioner PMP. Aplikasi ini dimulai tahun 2016 kemarin, dan dilanjutkan tahun ini. Sebenarnya tugas mengisi ratusan kuesioner itu murni tanggung jawab masing-masing, mulai dari kepala sekolah, guru, komite, siswa dan pengawas. Tugas operator tinggal mengirim data ke server. Namun pada praktiknya, banyak yang diemban oleh operator.
Karena saking banyaknya pertanyaan yang harus diisi, beberapa operator memilih jalan pintas, yakni memakai aplikasi Faster PMP. Aplikasi ini banyak tersebar di internet. Meski mudah, pemakaiannya sebenarnya cukup beresiko.
3. Program Indonesia Pintar (KIP)
Dulu namanya Beasiswa Siswa Miskin (BSM). Sekarang berganti menjadi Program Indonesia Pintar (PIP). Penerimanya mendapatkan Kartu Indonesia Pintar (KIP). Sewaktu masih BSM dulu, pekerjaan operator cukup banyak, mulai dari mengajukan identitas siswa yang berhak menerima, sampai mengambil dana bantuan di bank untuk diberikan kepada siswa.
Sekarang lebih mudah. Pengajuan PIP lewat dapodik, dan jika dana PIP sudah cair sekolah hanya dimintai beberapa berkas. Untuk pengambilan uangnya diserahkan langsung kepada orang tua siswa.


0 Komentar